De Bakker

Bagaimana Cara Menemukan Croissant Terbaik? Admin debakker May 20, 2022
Bagaimana Cara Menemukan Croissant Terbaik?

Croissant adalah gulungan roti legendaris berbentuk bulan sabit dan berlapis-lapis yang dibuat dengan adonan ragi.

Adonan biasanya dilapisi dengan butter, kemudian digulung, dan dilipat beberapa kali dalam proses yang disebut laminasi. Adonan terakhir dipotong menjadi segitiga dan digulung menjadi  bentuk bulan sabit. Proses laminasi menghasilkan gulungan bertekstur berlapis dan bersisik, lebih seperti puff pastry. Roti unik ini sebenarnya berasal dari Wina, Austria dengan sebutan Kipferl namun di Perancis orang-orang menyebutnya sebagai Croissant.

Bahan utama dalam croissant adalah tepung, ragi, garam, gula, susu, air, telur dan mentega. Croissant sangat populer di Prancis serta di negara lain, dan biasanya dimakan dengan sarapan. Dalam beberapa kasus, croissant juga dapat diisi dengan bahan manis atau gurih, atau digunakan seperti roti untuk membuat sandwich croissant.

Roti Croissant yang berbentuk bulan sabit ini memiliki tekstur yang renyah dan tampak kering pada bagian luarnya, namun berlapis tipis dan terasa lembut pada bagian dalam. Hal itu disebabkan oleh adonannya yang dibuat dengan cara digilas berulang kali dengan adonan tepung sehingga teksturnya memiliki banyak lapisan. Roti Croissant dapat dihidangkan dengan memberi berbagai varian isi seperti coklat, buah-buahan, kacang-kacangan atau pun polosan hanya dipanggang saja. Cita rasa gurih membuat roti unik ini cocok dinikmati bersama secangkir kopi.

Untuk membantu Anda mengenali croissant yang sempurna, di sini kami menunjukkan 5 karakteristik yang harus dicari:
1. Puffiness.Yang berarti adonan croissant yang indah telah dilipat berulang-ulang untuk membuat lapisan mentega yang sempurna dengan udara di antaranya.
2. Banyak mentega. Croissant yang sempurna mengandung banyak mentega.
3. Crumbliness. Menggigit ke dalamnya harus menghasilkan remah-remah, karena flakiness yang sempurna dari croissant.
4. Bagian atas yang renyah. Ketika Anda menggigit croissant, itu harus mulai pecah.
5. Lapisan croissant. Carilah croissant yang banyak terdapat lapisan di dalamnya, banyak rongga, tidak datar dan juga tentunya halus.

Fakta Tentang Croissant

Setelah kita mengenal sejarah Croissant, berikut ini beberapa fakta menarik tentang ini.

  • Kipferl adalah Nenek Moyang Croissant
    Kipferl adalah roti asli Austria yang dibuat dengan adonan lebih padat namun tetap lembut tidak seperti Croissant yang lebih crunchy. Bentuknya yang seperti bulan sabit membuat roti ini semakin diyakini sebagai nenek moyang dari Croissant.
  • Bukan Berasal Dari Perancis
    Resep kue Croissant bertekstur renyah ini awalnya dibuat di kota Wina, Austria pada abad ke-17. Setelah itu, mulai diperkenalkan di Perancis sekitar abad ke-18. Orang Perancis bahkan menyebut Croissant sebagai “Viennoiserie” atau  berarti barang-barang dari Wina, sehingga dapat diketahui jika kue ini awalnya bukan berasal dari Perancis melainkan Austria.
  • Jenis Pastry Bukan Roti
    Pastry adalah kue yang dibuat dari bahan dengan kandungan lemak tinggi sehingga teksturnya berlipat-lipat dan beremah. Pastry juga dibedakan ke dalam 3 macam, yaitu pastry cair (paste), puff pastrydan short pastry. Nah, Croissant yang kita kenal termasuk ke dalam puff pastry sebab dibuat melalui proses pelipatan dan pengerolan adonan berulang kali sehingga menciptakan adonan layering atau berlipat. Dan pembuatan croissant dengan menggunakan puff pastry ini diperkenalkan di Perancis.

Cara Menikmati Croissant

Croissant dapat disajikan saat sarapan atau teh atau diisi dengan keju, ham, jamur atau ayam. Croissant paling baik disajikan pada saat selesai dipanggang.

Penyimpanan: croissant harus disimpan pada suhu kamar dalam kantong kertas karena kelembaban cenderung menghancurkan kerenyahannya. Croissant dapat dibekukan dalam wadah kedap udara.

Untuk memanaskan kembali panggang pada suhu 350ºF (180ºC) dari suhu kamar 10-12 menit atau dari beku 10-15 menit.